Tertawa Itu Sehat
Cara
tertawa orang dewasa dan anak-anak berbeda. Anak-anak dapat tertawa
secara spontan, sebaliknya orang dewasa butuh situasi yang tepat untuk
bisa tertawa.
Dikala menghadapi stres, sulit rasanya untuk bisa tertawa dengan gembira. Kalaupun tertawa, mungkin terpaksa atau dibuat-buat.
Sumber
stres pada seseorang bisa berupa akumulasi kesedihan ditambah kecemasan
di masa lampau, serta kekhawatiran menatap masa depan, karena tidak
sanggup mengambil jalan pintas. Akhirnya, penyandang stres hanya bisa
mengurung kenikmatan serta kebahagiaan hidupnya. Akibatnya, ia akan
sulit tertawa.
Lalu,
adakah perbedaan antara orang stres dan orang yang mudah tersenyum?
Tidak seperti orang yang murah senyum, orang stres tampak lebih letih
dan pesimistis. Dari segi fungsi ototnya pun berbeda. Kalau orang
tersenyum hanya memakai satuan otot, orang stres puluhan otot. Artinya,
kelompok tersenyum memakai tenaga otot lebih kecil atau lebih irit
daripada kelompok penderita stres.
Apalagi
tertawa merupakan harmonisasi gerak dari 15 otot wajah yang dapat ikut
menghambat proses pengerutan Wajah pada usia uzur. Juga memberikan
latihan ringan bagi tubuh, karena otot dilatih berdenyut di atas
rata-rata, khususnya otot muka sebagai pelaku utama tertawa. Tertawa
kuat tentu menggunakan otot yang lebih besar, sehingga dapat diibaratkan
membuka ventilasi jendela ruangan.
Mereka
yang banyak menebar tawa akan lebih bebas dalam bernapas, karena
tertawa mempercepat keluarnya udara jenuh dari tubuh yang langsung
digantikan dengan udara segar. Pergantian itu akan memperkaya darah
dengan oksigen serta membersihkan bagian respirasi atau alat pemapasan.
Napas
kuat juga ikut melatih otot jantung dan memperbaiki sirkulasi darah
serta mempercpat aliran oksigen dan nutrisi. Artinya, dengan bernapas
kuat, kontraksi otot jantung akan lebih terlatih dalam hal irama ritmik
otomasinya, sehingga aliran darah menjadi lebih baik. Darah dalam
pembuluh akan lebih cepat mengangkut oksigen dan nutrisi untuk memenuhi
kebutuhannya ke seluruh tubuh serta memperbaiki fungsi nutrisi sirkulasi
tubuh.
Dr.
Richard Belson, pengajar pada School of Social Work Universitas
Adelphi, bersama rekannya, seorang ahli terapi, mengemukakan beberapa
hasil studi paling menonjol tentang manfaat tertawa. Bahkan beberapa penelitian menyatakan, kalau diri kita mampu berhumor, kita juga akan lebih kreatif. Hati
gembira, katanya, dapat mencegah proses penuaan fisiologis otak
terutama kemampuan daya ingat serta meningkatkan daya tahan tubuh secara
mencolok.
Tertawa
adalah penting dan seharusnya menjadikan hal itu sebagai prioritas.
John Powell satu kali berkata, “Mereka yang belajar menertawakan diri
sendiri tidak akan pernah berhenti menjadi penghibur.” Kita perlu
belajar menertawakan diri sendiri sebab kesusahan yang dihadapi manusia
adalah kesulitan yang tidak mungkin dielakkan. Selama manusia hidup dan
melakukan interaksi dengan sesama manusia, maka selama itu selalu akan
ada masalah dan kesulitan. Situasi kadang-kadang dapat berkembang secara
tak terduga. Jika kita tidak belajar menertawakan diri sendiri, maka
sulit bagi kita melalui keadaan sulit tersebut. Banyak keluarga saat ini
dihadapkan kepada situasi sulit yang mungkin belum pernah dirasakan
sebelumnya, tetapi jika suasana humor selalu ada dalam keluarga
tersebut, hal itu dapat diredam dan kita tidak tenggelam dalam masalah.
Jadi, tertawalah selagi anda masih bisa melakukannya. :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar