Senin, 23 Desember 2013

 Tertawa Itu Sehat


Cara tertawa orang dewasa dan anak-anak berbeda. Anak-anak dapat tertawa secara spontan, sebaliknya orang dewasa butuh situasi yang tepat untuk bisa tertawa.

Dikala menghadapi stres, sulit rasanya untuk bisa tertawa dengan gembira. Kalaupun tertawa, mungkin terpaksa atau dibuat-buat.

Sumber stres pada seseorang bisa berupa akumulasi kesedihan ditambah kecemasan di masa lampau, serta kekhawatiran menatap masa depan, karena tidak sanggup mengambil jalan pintas. Akhirnya, penyandang stres hanya bisa mengurung kenikmatan serta kebahagiaan hidupnya. Akibatnya, ia akan sulit tertawa.

Lalu, adakah perbedaan antara orang stres dan orang yang mudah tersenyum? Tidak seperti orang yang murah senyum, orang stres tampak lebih letih dan pesimistis. Dari segi fungsi ototnya pun berbeda. Kalau orang tersenyum hanya memakai satuan otot, orang stres puluhan otot. Artinya, kelompok tersenyum memakai tenaga otot lebih kecil atau lebih irit daripada kelompok penderita stres.

Apalagi tertawa merupakan harmonisasi gerak dari 15 otot wajah yang dapat ikut menghambat proses pengerutan Wajah pada usia uzur. Juga memberikan latihan ringan bagi tubuh, karena otot dilatih berdenyut di atas rata-rata, khususnya otot muka sebagai pelaku utama tertawa. Tertawa kuat tentu menggunakan otot yang lebih besar, sehingga dapat diibaratkan membuka ventilasi jendela ruangan.

Mereka yang banyak menebar tawa akan lebih bebas dalam bernapas, karena tertawa mempercepat keluarnya udara jenuh dari tubuh yang langsung digantikan dengan udara segar. Pergantian itu akan memperkaya darah dengan oksigen serta membersihkan bagian respirasi atau alat pemapasan.

Napas kuat juga ikut melatih otot jantung dan memperbaiki sirkulasi darah serta mempercpat aliran oksigen dan nutrisi. Artinya, dengan bernapas kuat, kontraksi otot jantung akan lebih terlatih dalam hal irama ritmik otomasinya, sehingga aliran darah menjadi lebih baik. Darah dalam pembuluh akan lebih cepat mengangkut oksigen dan nutrisi untuk memenuhi kebutuhannya ke seluruh tubuh serta memperbaiki fungsi nutrisi sirkulasi tubuh.

Dr. Richard Belson, pengajar pada School of Social Work Universitas Adelphi, bersama rekannya, seorang ahli terapi, mengemukakan beberapa hasil studi paling menonjol tentang manfaat tertawa. Bahkan beberapa penelitian menyatakan, kalau diri kita mampu berhumor, kita juga akan lebih kreatif. Hati gembira, katanya, dapat mencegah proses penuaan fisiologis otak terutama kemampuan daya ingat serta meningkatkan daya tahan tubuh secara mencolok.

Tertawa adalah penting dan seharusnya menjadikan hal itu sebagai prioritas. John Powell satu kali berkata, “Mereka yang belajar menertawakan diri sendiri tidak akan pernah berhenti menjadi penghibur.” Kita perlu belajar menertawakan diri sendiri sebab kesusahan yang dihadapi manusia adalah kesulitan yang tidak mungkin dielakkan. Selama manusia hidup dan melakukan interaksi dengan sesama manusia, maka selama itu selalu akan ada masalah dan kesulitan. Situasi kadang-kadang dapat berkembang secara tak terduga. Jika kita tidak belajar menertawakan diri sendiri, maka sulit bagi kita melalui keadaan sulit tersebut. Banyak keluarga saat ini dihadapkan kepada situasi sulit yang mungkin belum pernah dirasakan sebelumnya, tetapi jika suasana humor selalu ada dalam keluarga tersebut, hal itu dapat diredam dan kita tidak tenggelam dalam masalah. 

Jadi, tertawalah selagi anda masih bisa melakukannya. :)

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar